22 Mei 2022

Ibu Kandung Dijebak dengan Narkoba, Mengunjungi Anaknya di Lapas Kota Pinang Bawa Barang Haram

Rantauprapat – Media Berantas Kriminal | Seorang pemuda di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, inisial BS tega menjebak ibu kandungnya dengan narkotika jenis sabu-sabu.

Akibat perbuatannya, wanita paruh baya berinisial PA (51) warga Jalan Simarkaluan, Kota Pinang tersebut harus berurusan dengan pihak berwajib.

“BS ini merupakan warga binaan Lapas Kelas IIB Kota Pinang,” kata Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H, Kamis (05/05/2022).

“Dia menyuruh temannya R yang baru bebas menjalani hukuman agar menyerahkan sabu-sabu kepada ibunya untuk dibawa dan diserahkan kepadanya,” sambung Martualesi.

Agar tidak ketahuan oleh ibunya, BS menyuruh R agar memasukan sabu-sabu seberat 1,5 gram itu ke dalam jus pokat.

Lalu pada Minggu (01/05/2022) sekira pukul 15.00 WIB, R datang menemui PA (ibu kandung BS) dan menyerahkan jus pokat yang telah berisi sabu untuk diserahkan kepada BS di Lapas Kota Pinang.

Kemudian bersama suaminya PS (51), ibu PA mengunjungi anaknya di Lapas Kota Pinang dan menyerahkan bekal untuk anaknya berupa pakaian, makanan termasuk jus yang dititipkan oleh R kepada petugas Lapas.

Selanjutnya ibu PA dan suaminya pulang. Namun pada pukul 17.00 WIB, ia ditelepon oleh petugas Lapas supaya datang ke Lapas.

Setibanya di Lapas dengan disaksikan personel Polsek Kota Pinang, petugas Lapas yang curiga dengan jus ada berisi barang terlarang dibuka dan ditemukan satu plastik klip lakban kuning diduga berisi narkotika sabu.

Selanjutnya ibu PA diserahkan ke Polsek Kota Pinang dan pada Senin (02/05/2022) dilimpahkan penanganan ke Sat Narkoba Polres Labuhanbatu.

Penyidik Sat Narkoba Polres Labuhanbatu yang menangani kasus tersebut lantas memeriksa BS di Lapas Kota Pinang pada Selasa (03/05/2022).

“Hasil pemeriksaan BS mengakui barang yang ditemukan dalam jus tersebut adalah pesanan dia kepada R seharga Rp1 juta. Beratnya 1,5 gram bruto. BS menyuruh R untuk menyerahkan jus yang telah berisi diduga narkotika sabu dan tanpa sepengetahuan ibu kandungnya telah berisi barang pesanan dia kepada R,” sebut Martualesi.

“Dari serangkaian penyelidikan dan penyidikan serta gelar perkara yang telah dilakukan Penyidik Sat Narkoba Polres Labuhanbatu, dan berdasarkan fakta-fakta berupa keterangan saksi serta hasil cek urine ibu PA negatif mengandung narkotika.”

“Oleh sebab itu, ibu PA tidak dapat diminta pertanggung jawaban hukumnya terkait adanya barang bawaannya kepada anak kandungnya yang menjadi warga binaan Lapas Kota Pinang divonis 4,6 tahun pada 2021 lalu dalam perkara narkotika,” papar Martualesi.

Untuk selanjutnya, ibu PA dikembalikan kepada pihak keluarga. Ia mengaku tidak menyangka anak kandungnya BS yang merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara akan tega berbuat demikian kepadanya.

Akibat perbuatannya, BS telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diperasngka dengan Pasal 114 Sub 112 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika Yo Pasal 55 KUHPidanan dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan terhadap R dijadikan sebagai DPO.

Reporter : Ali Nurdin Chan
Editor : Hengky