Miris..!!! Warga Desa Helvetia, yang Bertempat Tinggal di Pasar VI Dusun III Jalan Veteran Desa Manunggal Jadi Gelandangan Usai Rumahnya Dirusak Oleh Sekelompok Orang

Deliserdang – Media Berantas Kriminal | Setiap manusia pada akhirnya akan meninggalkan dunia untuk selamanya. Tidak ada yang tahu usia seseorang, karena ajal dapat menjemput kapanpun dan dimanapun kita berada. Ketika seseorang pergi untuk selamanya, maka seluruh harta bendanya baik hak maupun kewajibannya akan langsung menjadi waris yang pembagiannya sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berbicara tentang waris memang masih dianggap tabu bagi sebagian besar masyarakat. Ingin rasanya membahas soal waris tapi khawatir akan dianggap tamak ataupun tidak elok oleh keluarga. Bahkan pembahasan waris dapat menyebabkan keretakan hubungan di antara sesama anggota keluarga. Padahal waris akan selalu melekat dalam kehidupan manusia karena kematian adalah suatu keniscayaan yang pasti terjadi.

Konflik antar keluarga berkeluarga juga sering terjadi karena sikap egois yang ingin menang sendiri dalam mendapatkan bagian harta waris yang terbesar atau terbaik.

Hal ini dialami M Husin (39) warga Desa Helvetia, yang bertempat tinggal di Pasar VI Dusun III Jalan Veteran Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang menjadi korban pengrusakan rumah miliknya yang peninggalan orang tuanya, dan dia (Husin-Red) sudah melaporkan pengrusakan itu ke Polres Pelabuhan Belawan.

Rumahnya peninggalan dari orang tua nya, yang terletak di Jalan Veteran Pasar VI Dusun III Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang masih dalam sengketa.

Pasalnya, pada Hari Senin (26/07/2021) secara paksa seorang pria yang bernama M Husin bersama istri dan juga anaknya yang masih kecil berusia 7 tahun diusir dari rumahnya oleh sekelompok orang.

M Husin yang mencari nafkah sebagai penarik betor kini hidupnya terkatung-katung bersama istri dan anaknya yang masih kecil-kecil.

“Bukan hanya itu saja, bangunan atau rumah yang ditempatinya diduga dirusak oleh beberapa orang yang mengakui sebagai keluarganya sendiri, bersama sekelompok orang yang diduga oknum preman.

Lahan atau rumah sengketa ini adalah di atas tanah garapan eks HGU PTPN II, yang dulunya di garap dan dikuasai oleh Almarhum orang tua nya yaitu, Alm. Samsuddin & Almh. Yusniar, rumah atau peninggalan harta waris bukan hasil keringat mereka, keluarga berkeluarga hanya meneruskan harta waris dan di sini M. Husin juga mengakui sebagai anak dari almarhum Samsuddin “saya juga disebut anak dari Alm. Samsuddin & Almh. Yusniar,” ucap M Husin.

Dengan adanya peristiwa ini, M Husin melaporkan dugaan tindak pidana pengrusakan rumah ke Polres Pelabuhan Belawan, sesuai dengan laporan polisi Nomor : LP/B/367/VII/2021/SPKT PEL.BLWN/POLDA SUMUT pada Tanggal 26 Juli 2021, sebagai terlapor yaitu Asmah, Arief, Rani, Joko DKK.

Disinyalir, info yang terendus, “Bahwa lahan atau rumah tersebut ingin di jual oleh sejumlah orang yang disinyalir disebut sebagai keluarga berkeluarga dari Alm. Samsuddin & Almh. Yusniar.

Dalam situasi saat ini, pengaruh Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat semakin sangat menghawatirkan, M. Husin, Kamis (29/07/2021) menjelaskan “Bagaikan pepatah sudah jatuh tertimpa tangga,” ucapnya kepada awak media.

Merasa bagaikan sudah jatuh ketimpah tangga, memang benar adanya, terlihat saat awak media melihat keadaan M. Husin, Miris…!!! seperti layaknya gelandangan usai rumahnya dirusak oleh sekelompok orang yang tega menggelandangkan dia (M. Husin-Red).

Dari peristiwa pengerusakan rumah, M Husin merasa trauma dan ketakutan, mirisnya lagi, dia diusir dari rumahnya hanya membawa pakaian saja, sementara harta bendanya masih tertinggal di lokasi pengrusakan.

Dengan tidur dilantai, beralaskan tikar bersama istri dan anaknya usai peristiwa pengerusakan rumahnya 3 (tiga) Hari yang lalu, M. Husin jadi gelandangan.

Lebih mirisnya lagi, M Husin untuk menghidari teriknya panas matahari dan hujan, juga beristirahat di malam hari, hanya bisa menumpang ke sana sini demi mendapatkan perlindungan dari teriknya matahari dan dinginnya angin malam.

Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana(“KUHP”), sebagai berikut: (1) Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (2) Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

Unsur-unsur dari Pasal 406 KUHP, yaitu:

1. Barangsiapa;

2. Dengan sengaja dan melawan hukum;

3. Melakukan perbuatan menghancurkan, merusakkan, membuat tidak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu;

4. Barang tersebut seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain

Apabila semua unsur dalam pasal tersebut terpenuhi, maka pelakunya dapat dihukum pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau denda paling banyak Rp4.500,-.

“Diminta kepada pihak Kepolisian Polres Pelabuhan Belawan, agar menjadi pelindung hukum dan merespon laporannya atas peristiwa pengerusakan rumahnya beberapa hari yang lalu,” harapnya.

“Kami jadi gelandangan Pak Kapolres, tolong kami Bapak Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dr. Mhd. R. Dayan, SH., MH,” mintanya.

“Berikan keadilan kepada kami, karena di mata hukum kami sama derajatnya sama dengan yang lain, sebagai warga Negara Indonesia yang berhak mendapatkan perlindungan hukum di Negeri ini,” harap M Husin menceritakan penderitaannya ini kepada awak media, Kamis (29/07/2021) usai dirusak rumahnya.

Reporter : Adi Siswanto
Editor : Heri Kurniawan

460 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *