Medan, Media Berantas Kriminal – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa sebanyak 30.875 unit rumah masyarakat mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor hebat yang melanda wilayah Sumut.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah melakukan pendataan intensif dengan sistem by name by address untuk memastikan setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada para korban.
Bobby menargetkan seluruh proses pendataan hingga verifikasi tingkat kerusakan, baik rusak ringan, sedang, berat, maupun hilang, selesai pada akhir tahun 2025 agar masyarakat bisa segera mendapatkan kepastian tempat tinggal.
Kolaborasi Pembangunan Hunian Tetap dan Penyediaan Lahan Daerah
- Sebanyak 200 unit hunian tetap dibangun di wilayah Sibolga.
- Sebanyak 118 unit hunian tetap dibangun di Kabupaten Tapanuli Tengah.
- Sebanyak 103 unit hunian tetap dibangun di Kabupaten Tapanuli Utara.
- Sebanyak 227 unit hunian tetap dibangun di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Gubernur Bobby menjelaskan bahwa pembangunan Hunian Tetap (Huntap) akan dilakukan melalui kolaborasi erat antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi.
Sebagai langkah konkret, peletakan batu pertama untuk pembangunan ratusan hunian tetap telah dilakukan di beberapa wilayah yang terdampak paling parah.
Bobby menginstruksikan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota yang terdampak untuk segera menyediakan lahan milik daerah yang siap digunakan agar proses pembangunan perumahan bagi para penyintas tidak terhambat.
Reporter: Maryono
Editor: Her/red

More Stories
Permudah Akses Warga Kelurahan Mandailing, Wali Kota dan Kapolres Tebing Tinggi Resmikan Jembatan Merah Puitih
BUMNag Ambarisan Diperiksa Inspektorat, Hasil Audit Belum Terungkap: Kepala Inspektorat Bungkam
Sebanyak 591 Unit Bantuan Program Bedah Rumah di Terima Warga Toba Sepanjang Tahun 2026