Senin , 20-April-2026

Persoalan Sampah di Kota Perdagangan Belum Terselesaikan

Perdagangan – Media Berantas Kriminal | Disinyalir, terlihat di Kecamatan Bandar, Kabupaten simalungun. “Siapapun Bupatinya, Siapapun Camat nya dan Siapapun Lurah nya masalah sampah di kota Perdagangan tidak ada habis-habis nya.

Hal ini tampak saat awak media ini menyoroti keadaan terkait kebersihan, dengan adanya banyak tumpukan sampah di setiap sudut dibeberapa jalan atau tempat umum di kota Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Sampai hari ini sampah nya membeludak. “Akibat nya menimbulkan aroma yang tidak sedap,” ucap salah satu warga yang enggan namanya disebutkan di lokasi salah satu tempat di jalan Rajamin/Sei Langge, Simalungun pada Hari Selasa (28/03/2023).

Dan apabila kita melintas di berbagai badan jalan pasti akan menemukan tumpukan sampah yang tidak beraturan,” pungkas warga.

“Ada yang di pinggir jalan dan ada pula yang di persimpangan,” lanjut warga mengatakan kepada awak media ini sembari reporter di lokasi juga turut menyoroti tumpukan sampah di wilayah kota Perdagangan, Simalungun, Selasa (28/03/2023).

Bahkan menumpuk di depan kios atau toko milik masyarakat.

Ketika awak media ini meninjau kelapangan, salah satu petugas kebersihan yang nama nya tidak mau di sebut mengeluhkan mobil yang biasa mengangkut sampah lagi dalam keadaan rusak,” ucap petugas kebersihan Pemkab Simalungun.

“Kurang nya armada serta tenaga petugas dilapangan sehingga kewalahan dalam mengerjakan sampah yang berserakan di mana-mana, keluh petugas sampah di lokasi.

Yang menjadi pertanyaan, “kemana anggaran yang ada, kenapa tidak langsung di perbaiki armada pengangkut sampah tidak atau segera langsung di perbaiki”.

Disinyalir juga temuan dari Tim Media Berantas Kriminal di wilayah Simalungun, “Walaupun armada nya beroperasi seperti biasa, tetap saja sampah nya berserak tak beraturan.

Warga juga mengeluhkan bau busuk, dan pemandangan yang tidak baik.

Bahkan warga yang memiliki kios atau toko, disinyalir ada yang bayar iuran bulanan sebesar Rp 5.000/10.000 tiap bulan, namun juga sampah yang petugas sampah taruh, sampah di keranjang atau goni gak juga di angkut petugas.

Akan kah di jadikan seperti apa kota ini, “Kemana anggaran yang masuk ke dinas kebersihan dan penataan kota?”.

Ngeriiii, kota perdagangan bukan nya di kelilingin taman atau lampu-lampu indah, namun di kelilingi sampah yang berserak di berbagai sudut dan bahu jalan, realita semerawutnya kota perdagangan dengan banyaknya tumpukan sampah dimana-mana.

Reporter : Rindu Nainggolan
Editor : Red/Heri

 

About Author