Tak Senang Dikeroyok, Amri Lubis yang Berprofesi Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren As-Syafi’iyah Berharap Polisi Segera Tangkap Pelaku

Batu Bara | mediaberantaskriminal.com – Seorang pria, Amri AS Lubis (38) warga jalan Pandau Asam lingkungan VIII kelurahan Labuhan Ruku, kecamatan Talawi, kabupaten Batu Bara yang berprofesi sebagai pengasuh atau Ustad di Pondok Pesantren As-Syafi’iyah Modern Terpadu di Jalan Pesantren No 1 Pandau Asam, Labuhan Ruku, kabupaten Batu Bara telah menjadi korban penganiaya yang diduga dilakukan oleh Ilet Cs, Kamis (14/01/2021).

Disinyalir, Ilet diduga sebagai pelaku pengeroyokan itu adalah seorang oknum yang berprofesi sebagai kepala lingkungan (kepling).

Terkait peristiwa yang dialaminya, korban telah mengadukan para pelaku ke pihak kepolisian Polres Batu Bara, Jumat (15/01/2021) dengan surat tanda terima laporan polisi, Nomor: STTLP/11/I/2021/SU/RES. BATU BARA.

Awalnya, ia sendirian mencari santrinya keluar dari pondok pesantren ke tempat kejadian perkara (TKP), selesai tiba di TKP, Amri biasa disapa Ustad oleh para santrinya, menegur para santri.

Lalu santri pondok pesantren pada berlarian melihat kehadiran Ustad, merasa bersalah tidak mengikuti peraturan pesantren dan tidak permisi, para santri pun berlarian, dan menghindar.

Menurut narasumber, disinyalir peristiwa ini terjadi lantaraan Amri (38) selaku korban penganiayaan pengeroyokan yang dilakukan Ilet dan kawan kawan, lantaran gegara menyuruh santrinya yang meninggalkan Pondok Pesantres untuk kembali ke pondok pesantren.

Namun, ada dugaan terkait hal itu, melalui narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan “disinyalir berawal saat Amri Lubis bicara pada santri nya dengan nada kesal dan suara keras, “kalian sudah malam tidak kembali ke pondok, dimasa pandemi covid 19 begini pun, kalian berkeliaran sambil memegang bahu santri.

Berselang beberapa waktu tepatnya ditengah malam itu juga, pada dini hari, terdengar ada suara kegaduan dan beberapa warga lingkungan VI mendatangi Amri Lubis.

Warga lingkungan VI mendatangi dirinya, lalu Amri bersitegang, ribut dengan kepala lingkungan VI itu dan adu mulut, berdebat dengannya, maka terjadilah pengeroyokan, dan diduga pengeroyokan itu disinyalir dilakukan oleh oknum kepling VI.

Sampai berita ini diterbitkan, korban berharap agar pihak kepolisian khususnya Polres Batu Bara agar segera menindaklanjuti permasalahan ini, jika para pelaku terbukti bersalah. “Mohon pelaku di hukum dengan setimpal, sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya kepada awak media ini.

Reporter: Jumaedi/Bambang Hermanto
Editor: Hermanto

 

 

214 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *