22 Mei 2022

Surat Pengantar Pembelian BBM Bersubsidi dari Pemerintah Nagori Dolok Ilir II di SPBU 14.211.212 Serbelawan Terlihat Unik

Simalungun – Media Berantas Kriminal | Ada sedikit yang unik dengan surat pengantar dari Pemerintah Nagori Dolok Ilir II, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dalam hal ini surat pengantar pembelian BBM bersubsidi yang menggunakan jerigen di SPBU 14.211.212 Serbelawan yang dipegang oleh warga saat membeli BBM bersubsidi memakai jerigen, Selasa (10/05/2022).

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, pembelian Pertalite menggunakan jerigen yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu (pertanian, perikanan, usaha mikro/kecil).

Dalam rangka memantau distribusi BBM bersubsidi yang tidak teridentifikasi melalui alat identifikasi konsumsi BBM bersubsidi atau radio frequency identification (RFID), PT Pertamina (Persero) mewajibkan pembeli premium dan solar yang menggunakan jerigen harus memiliki surat pengantar dari pemerintah daerah, minimal pengantar dari kelurahan.

Didalam surat sebelumnya tertulis 40 liter dalam satu kali pembelian menggunakan jerigen, dicorek menggunakan alat tulis pulpen menjadi 70 liter sekali beli.

Hal ini sudah berjalan, namun ada yang terlihat unik dari surat pengantar pembelian BBM bersubsidi yang menggunakan jerigen di SPBU 14.211.212 Serbelawan, dari amatan awak media ini terlihat, ada coretan di dalam surat tersebut terkait jatah atau kapasitas jumlah liter dalam satu kali pembelian menggunakan jerigen.

Didalam surat tersebut, sebelumnya tertulis 40 liter dalam satu kali pembelian menggunakan jerigen, namun bisa atau terlihat dicorek menggunakan alat tulis pulpen menjadi 70 liter, artinya selisih 30 liter, tampak saat awak media ini saat mengkonfirmasi warga yang membeli memakai jerigen di lokasi SPBU.

Dengan adanya temuan ini, asumsi atau dugaan penyimpangan dalam jatah atau jumlah besaran berapa liternya belum akurat, dan ini menimbulkan tanda tanya dengan sistem surat pengantar ini yang disinyalir menimbulkan kecurangan dan bisa saja dimanfaatkan oleh oknum oknum nakal untuk meraup keuntungan untuk memperkaya diri, baik dari Pemerintah setempat atau pihak SPBU 14.211.212 Serbelawan harus mengambil tindakan’ agar tidak terkesan ada permainan atau kecurangan yang dapat menimbulkan kerugian Negara dan menyensarakan rakyat kecil.

Pemerintah Nagori Dolok Ilir II diminta untuk lakukan pengawasan yang baik dan lebih ekstra ahati-hati dalam pengeluarjan surat pengantar tersebut, “Jangan ada penyimpangan disitu, nyatanya ada coretan jumlah besaran liter sekali pembelian di situ,” ucap salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya, saat awak media ini mengkonfirmasi warga yang membeli pakai jerigen membawa surat pengantar dari Nagori Dolok Ilir II.

Dengan temuan surat pengantar yang terlihat aneh itu dan menimbulkan dugaan penyimpangan yang bisa saja dimanfaaatkan oknum nakal untuk mengambil keuntungan dan merugikan Neraga,” tandasnya mengakhiri.

Reporter : Poltak Simanjuntak
Editor : Heri Kurniawan