Sibuhuan – Media Berantas Kriminal | Bulan Ramadhan atau Bulan Puasa selalu identik dengan Takjil atau menu berbuka puasa, banyak ragam yang menjadi favorit masyarakat, begitu juga dengan masyarakat di Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas).
Berbagai macam ragam menu bisa di dapat dari para Pedagang Takjil di setiap sore hari, baik di pinggir jalan, maupun ditempat tertentu di daerah Pasar Sibuhuan ibu Kota Kabupaten Padang Lawas ini.
Pantauan Media ini di seputaran Pasar Sibuhuan, Adapun Takjil yang paling di gemari Masyarakat untuk berbuka puasa, tidak terlepas dari selera masyarakat pada masakan dan makanan tradisional yang paling utama.
Salah satu menu takjil yang paling di buru warga menjelang berbuka adalah makan tradisional khas Tabagsel yaitu, Gulai Pakkat namanya.
Menu tradisional Pakkat tersebut berasal dari Pucuk Rotan (Hube Pakkat -red), rasa makanan tersebut sungguh memanjakan lidah para penggemar takjil di saat berbuka puasa, selain memanjakan lidah, harganya juga sangat terjangkau oleh Masyarakat, kisaran Rp. 5.000,00/ bungkus yang sudah di masak atau di bakar.
Selain menu Pakkat, masakan tradisional lainya yang paling di gemari penjajah takjil di sore hari adalah bubur kacang hijau, kolak sarabi dan lain lainnya.
Salah satu pedagang takjil di pasar Sibuhuan, (penjual Bubur dan kolak, Boru Hasibuan saat dikonfirmasi, jum’at (31/03/2023) menyatakan bahwa takjil atau menu berbuka puasa yang paling laris di bulan Ramadhan ini adalah masakan tradisional,” katanya.
Boru Hasibuan juga menambahkan, dengan larisnya menu berbuka Puasa tersebut, dapat membantu pendapatan dan berkah kepada kami dalam sehari hari,” ungkapnya.
“Pada bulan Ramadhan ini kami mendapat berkah dalam menjual takjik, kami sebagai masyarakat pedagang kecil sangat bersyukur dengan larisnya dagangan kami, mudah mudahan ini dapat mencukupi untuk persiapan keluarga dalam menyambut Idul fitri nanti,” harapnya.
Agar diketahui, para pedagang takjil merasa senang dengan melakoni kegiatan ini setiap sore, karena sangat membantu perekonomian mereka, walaupun harga yang mereka jual relatif murah, contohnya, Bubur Kacang Hijau Rp.2.000/ bungkus, begitu juga dengan yang lainnya, seperti Kolak, Agar- agar dan Bubur Sumsum yang keuntungannya sangat minim, akan tetapi mereka sangat berharap dapat mencukupi kebutuhan di saat menyambut Lebaran nanti.
Sementara Salah satu Ibu Rumah Tangga, Boru Harahap yang sedang membeli Takjil merasa sangat bersyukur dan membantu kepadanya di sore hari pada bulan Ramadhan ini dengan adanya penjual takjil di pasar Sibuhuan yang harganya sangat terjangkau untuk persiapan berbuka puasa setiap sore.
Reporter : Rasyid
Editor : Hengky



More Stories
Polemik Pernyataan Ketua DPRD Dairi dari Fraksi Golkar
Wakil Ketua Umum Aliansi Prabowo-Gibran Burhanudin Daulay S.Pd Desak Pemerintah: 188 KK Warga TSM Ujung Batu 5 Belum Terima Hak Lahan Usaha, PT PHI Diduga Kuasai Ilegal Sejak 2001
Sosok yang Humanis dan Dekat dengan Masyarakat, Khususnya Anak-anak, Kapolsek Pantai Labu Pamit, Selanjutnya Mengemban Tugas di Ditressiber Polda Sumut