Minggu , 05-April-2026

Tanah Datar Luhak Nan Tuo Pusek Jalo Pumpunan Ikan

Tanah Datar, mediaberantaskriminal.com – ‎Sabudaya untaian kata bermakna “satu ranah budaya”, Nusantara yang beragam  suku, dan kebhinekaan Budaya.

‎Namun tetap dibawah panji Bhineka Tunggal Ika, digenggam erat oleh Burung Garuda. Acara berlangsung di Lapangan Cindua Mato  ( LCM ), dengan aman, nyaman, sukses, meriah, dan tertib, Sabtu (01/11/2025).

“Luhak Nan Tuo Pusek Jalo Pumpunan Ikan” adalah Julukan untuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang berarti pusat atau asal mula kebudayaan Minangkabau.

‎Even sabudaya ini dihadiri  Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat,

‎Roni Mulyadi Dt.Bungsu, Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI. Prof. DR. Agus Mulyana, M.Hum, Kadis Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat DR.H.Jefrinal Arifin,  SH.MSi, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan.  ( BPK ) Wilayah III Sumbar Nurmatias, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, SE, MM,  Forkompimda, Sekda Tanah Datar, dan Ketua GOW Dwinanda, Kadis Parpora Tanah Datar Riswandi, dan undangan lainnya.

‎Satu Ranah Budaya (Sabudaya) ini digelar  (BPK) Wilayah III Sumatera Barat,  menampilkan berbagai Pertunjukan Seni Tradisional Minangkabau, Pameran Budaya, Permainan Tradisional Minangkabau, Tarian, Musik Kontemporer, Silat, Musik Tradisi, dan Bazar UMKM, dan grup musik etnik Minangkabau, Talempong dengan konsep modern oleh Jaguank.

‎Acara dimeriahkan oleh guest star Diva Aurel dikenal dengan,” Tabola Bale ”  seorang putri kelahiran Pabalutan, Kecamatan Rambatan  Kabupaten Tanah Datar.

‎Bupati  Eka Putra, SE, MM, atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat  Tanah Datar,  dihadapan tamu dan undangan serta ribuan penonton yang memadati Lapangan Cindua Mato (LCM), mengapresiasi, dan ungkapkan rasa bangga di jadikan Tanah Datar,  menggelar acara yang luar biasa, bertajuk  ” Sabudaya ” dengan menampikan   berbagai  seni budaya  Minangkabu dan bazar UMKM   oleh Kementerian Kebudayaan RI dihari Kebudayaan Nasional

‎Bupati  Eka Putra, SE, MM,sampaikan ucapan terima kasih.

‎Pada tahun 1985 yang lalu, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Tanah Datar dijuluki Kota Budaya sesuai dengan historis, adat alam Minangkabau, Tanah Datar luhak nan Tuo.

‎Di Luhak nan Tuo inlsh lahir falsafah Minangkabau ” Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” indak lakang dek paneh, Indak lapuak dek hujan.

‎Kegiatan Sabudaya, ini tentu akan dapat mendukung, dan memajukan budaya  Minangkabau, di Nusantara, dan dimata dunia.  Kegiatan-kegiatan seni dan kebudayaan akan terus digalakkan di Sumatera Barat, terutama Tanah Datar, Luhak Nan Tuo sebagai pusat kebudayaan di Minangkabau akrab dikenal dengan, pusek jalo pumpunan ikan,” lanjut Bupati.

‎Bupati Eka Putra, katakan budaya bukan semata tarian, seni, pakaian, atau upacara adat, melainkan tentang nilai, karakter, dan cara hidup  masyarakat.

‎Oleh sebab itu, mari kita jaga kelestarian budaya, yang sudah berakar di bumi Minangkabau.

‎Kepada kaula muda, sebagai generasi penerus pahami,dalami, dan hayati, apa itu budaya, serta bagaimana hidup berbudaya.

‎Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Jefrinal Arifin dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung kegiatan Sabudaya yang digagas BPK Wilayah III Sumbar.

‎Even Sabudaya, di  Tanah Datar Sebagai Luhak Nan Tuo  pusek jalo pumpunan ikan dalam rangka, memeriahkan hari, ” Kebudayaan Nasional ” yang ditetapkan, setiap tanggal 17 Oktober.

‎Direktur Sejarah, dan Pemuseuman, Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana.  Kegiatan ini  sebagai upaya, melestarikan, dan menghidupkan, budaya di Indonesia.

‎Sebelumnya, Kepala BPK Wilayah III Sumbar, Nurmatias sampaikan, Undang-Undang terkait kebudayaan yang namanya cagar budaya, diatur Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, dan Undang-Undang Nomor 5, Tahun 2017, tentang kemajuan kebudayaan.

Reporter : Eri Fesman
Editor: Her/red

 

 

About Author