Minggu , 19-April-2026

Terkait Terjadinya Adanya Konflik, Camat Wampu Minta Semua Pihak Dapat Menahan Diri

Langkat | MEDIABERANTASKRIMINAL.COM – Warga Dusun I Desa Bukit Dnding, Kecamatan Wampu, Kabuaten Langkat yang ribut dengan kelompok agen kelapa sawit, terus dilakukan mediasi oleh Camat dan pihak kepolisian, agar kedepannya tidak terulang lagi dan meminta semua pihak dapat menahan diri.

Hal ini disampaikan oleh Camat Wampu Samsul Adha,di Wampu, Senin (24/05/2021).

Teddy Prastio (20) warga Dusun Kebun Balok tahun 20, Kecamatan Wampu yang merupakan satu korban keributan, diduga mengalami luka tembak.

Saat ini, kami sedang berupaya mengobati korban penembakan di rumah sakit,” ujarnya.

Hari ini, pihaknya telah memberikan surat resmi ke Desa Besilam Bukit Lembasa untuk segera membatalkan surat edaran Kepala Desa yang memicu keributan, ditambahkannya.

Kita akan serahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk menindak lanjutinya secara hukum, karena semua pihak sudah melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian dan meminta agar semua pihak dapat untuk menahan diri, agar tidak terulang lagi hal-hal yang yang tidak diinginkan.

Camat Wampu juga memyampaikan,saat ini butuh biaya pengobatan atas korban yang lagi dirawat di rumah sakit, karena tidak bisa ditanggung oleh pihak BPJS, kita akan membuka donasi bantuan biaya perobatan buat korban yang sedang dirawat,” ujarnya.

Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga SIK, yang dihubungi menyampaikan bukan bentrokan, tapi pemukulan dan pihak kepolisian sedang upayakan proses hukumnya.

Berdasarkan informasi dilapangan yang didapat, terjadinya keributan antar warga masyarakat dengan agen buah kelapa sawit yang berinisial TG di Dusun I Desa Bukit Dinding Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

Peristiwa keributan itu terjadi Sabtu (22/05/2021) sekira pukul 15.45 Wib, saat pukul 10.00 Wib, sekitar 30 orang masyarakat yang rata-rata kaum ibu pemilik buah sawit dari hasil panen kebun sendiri, mendatangi Kantor Desa Besilam Bukit Lembasa dengan tujuan ingin mengutarakan aspirasinya terkait dengan penjualan buah sawit yang selama ini didominasi oleh satu agen saja yaitu TG, hingga mengakibatkan keributan ini terjadi.

Reporter: Rose
Editor: Hengky

About Author