Diduga Lantaran Supir Lalai, Mobil Tanki LPG Terbalik di Jalan Lintas Sumatera Medan – Aceh, Kecamatan Brandan Barat

Langkat | mediaberantaskriminal.com – Mobil tanki LPG (Liquefied Petroleum Gas) Nomor Polisi BK 9715 CY dengan muatan 15 ton gas cair, Jumat (22/01/2021) pagi sekitar pukul 09.30 Wib terbalik di Jalan Lintas Sumatera Medan – Aceh km 86-87, tepatnya di Lingkungan Karya, Kelurahan Tangkahan Durian Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat.

Informasi yang dihimpun dari pengemudi mobil tangki yang terbalik, M. Dian Ahmadi (26) warga dusun 1 Desa Sangga V Kecamatan Gebang, menyebutkan “Berangkat dari PT. Pertamina Domestik Gas Region 1 Depot LPG Pangkalan Susu menuju Tanjung Morawa.

Saat dilokasi kejadian, pengemudi banting stir ke arah kiri dikarenakan di depan ada mobi angkot (angkutan kota) yang berhenti mendadak, lalu mobil tangki yang dikemudikannya perlahan terbalik, hingga menimpa kios makanan penjual mie aceh yang berada disamping di tempat kejadian.

Kanit Lantas Bukit Satu Polsek Berandan Iptu Darmansyah yang didampingi Brigadir Anggi Suwito saat ditemui dilokasi kejadian mengatakan “Penyebab kecelakaan diakibatkan supir lalai dan kurang memperhatikan kondisi lalu lintas disekitar lokasi.

“Saat ini kita lagi mengamankan lokasi, karena mobil tangki LPG dalam keadaan berisi dan kita sudah berkordinasi dengan pihak terkait agar mobil segera di evakuasi demi keselamatan warga,” ujar Iptu Darmansyah.

Sementara itu, petugas Health Safety Security Environment (HSSE) PT. Pertamina Domestik Gas Region 1 Depo LPG Pangkalan Susu, Agung yang turun kelokasi saat ditemui awak media mengatakan “pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan saat ini masih dalam kondisi aman dan kita upayakan secepatnya mobil tangki yang terbalik akan diangkat menggunakan crane,” ujarnya.

Hingga menjelang siang, mobil tangki yang terbalik belum juga dievakuasi, tentunya ini sangat berbahaya bagi warga sekitar. Mobil dengan muatan gas mudah terbakar dan meledak.

Kita melihat, beberapa warga dan pengguna jalan dengan bebas mendekat dan melihat langsung mobil tangki yang terbalik, tanpa ada upaya dan tindakan dari petugas untuk melarang warga yang mendekat.

Hal ini sangat berbahaya bagi warga, dimana mobil tangki dengan muatan 15 ton gas cair, mudah terbakar dan meledak.

Seharusnya pihak PT. Pertamina melakukan pengamanan dan mensterilkan lokasi kejadian dari warga yang melihat atau melintas disitu.

Kita lihat, sepertinya pihak PT. Pertamina terkesan mengabaikan keselamatan warga dengan melakukan pembiaran bagi warga yang mendekat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat dilokasi kejadian.

Reporter: I Syarif/Rose/Udin
Editor: Hermanto

 

87 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *