Langkat | mediaberantaskriminal.com – Terjadi dugaan pungli di SMAN Sei Lepan Kabupaten Langkat sebesar Rp.400rb untuk uang pembangunan dan berbagai modus lainnya. Padahal tahun 2020 di SMA Negeri Sei Lepan mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk 3 Ruang Kelas Baru (RKB) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Namun pihak sekolah melalukan tindakan pungutan liar (Pungli) kepada siswa harus membayar Uang pembangunan sekolah apabila tidak membayar maka siswa tidak boleh mengikuti ujian,” kata oknum Ar keluarga dari wali siswa.
Oknum Ar (43) warga Sei Lepan ketika di konfirmasi awak media, Senin (08/03/2021) mengatakan padahal sekolah Negeri sudah ada bantuan dari Pemerintah termasuk dana BOS SMA kenapa pihak sekolah tetap melakukan pengutipan uang pembangunan.
Lebih lanjut Ar juga membeberkan bagi siswa miskin yang mendapat kartu Indonesia Pintar (KIP) Pihak sekolah melakukan pemotongan langsung untuk membayar uang pembagunan yang di bayar secara menyicil, begitu juga dengan uang sekolah semua siswa menbayar Rp 70rb tanpa memandang siswa mampu ataupun siswa tidak mampu,” beber Ar.
Kepala sekolah ketika hendak di konfirmasi sedang tidak berada ditempat menurut staf Kepala sekolah belum masuk begitu juga wakil Kepala sekolah,” kata staf.
Sementara Komite sekolah Rina ketika di konfirmasi di ruang kerjanya sekita pukul 09.10 Wib mengatakan untuk konfirmasi spal pengutipan uang pembangunan Rina meminta awak media langsung konfimasi dengan Kepala Sekolah karena bukan kewenangan Saya,” ucapnya. Rina juga menjelaskan jumlah siswa ada 300 siswa,” jelas Rina.
Reporter: Rose/Udin
Editor: Hermanto

More Stories
Serahkan Bantuan Pangan, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Bantuan Tidak Diperjualbelikan
PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai: “Perawatan dan Pemeliharaan Kelapa Sawit dan Karet Sangat Terlaksana dengan Baik
Serahkan Bantuan Permakanan, Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN dan Masyarakat Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu