HET LPG 3 Kg di Tanjung Leidong Telah Dizalimi

Labura | MEDIABERANTASKRIMINAL.COM – Pangkalan LPG 3 kg milik Sukirman (Akheng) jalan Stadion nomor 8 kelurahan Tanjung Leidong kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labura dari Agent PT Fajar Gasindo telah menjolimi Harga Eceran Tertingi (HET).

Pasalnya, pangkalan ini menjual kepada masyarakat satu tabung Rp 23.000 (Duapuluh tiga ribu rupiah) sedangkan di planknya tertulis harga ecerannya Rp. 19.000 (Sembilan belas ribu rupiah).

Hendry Aman SH yang mengaku ketua LSM Pakar Provinsi Sumatera Utara mengatakan, Menurut undang-undang Pertamina pangkalan LPG 3 kg milik Sukirman ini telah menjolimi harga eceran tertinggi, beliau menambahkan, selain itu saya lihat juga di Tanjung Leidong banyak pengusaha yang memakainya, itu sudah menipulasi ketentuan harga, ini sudah melanggar UU 372 tentang penipuan.

Sukirman pemilik pangkalan ini, saat dikonfirmasi wartawan terkait harga LPG per tabung 3 kg dengan harga 23.000, Sukirman mengatakan “Jalan kemari bang banyak yang rusak, jadi kalau kita jual harganya Rp 19.000 per tabung kepada masyarakat kita tidak untung malah kita rugi,” ucapnya.

Supir truk pengangkut tabung gas LPG 3 kg ini telah menghubungkan pembicaraan Hendryaman SH kepada Menezer di PT. Fajar Gasindo melalui Telepon genggamnya, menezer mengatakan harga dari mereka kepangkalan milik Sukirman Rp 17.000 per tabung Itu sudah ada SK nya dari Bupati Labura.
Hendryaman menanyakan, kenapa di pangkalan harganya kepada masyarakat miskin 23.000 ? Menezer menjawab itu masalah pangkalan pak,” katanya.

Hendry Aman SH, Jumat (02/04/2021) bermohon kepada instansi pemerintahan kabupaten Labura segera mengusut tuntas masalah ini agar masyarakat Labura dapat merasakan kinerja bapak Jokowi yang pro terhadap masyarakat kecil di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, karena gas LPG 3 kg itu adalah subsidi kepada rakyat miskin bukan untuk orang kaya.

Reporter: Abu Sofyan
Editor: Hermanto

72 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *