Menyalahi Bestek, Proyek Pasar Tradisional Lima Puluh Diduga Proyek Siluman

Batu Bara, Sumut (mediaberantaskriminal.com) – Proyek Pembangunan Pasar Rakyat dan/atau Pasar Tradisional Merupakan Kucuran Dana dari APBD Tahun 2020 Bantuan Hibah Sebesar Rp 900 Juta Kurang Lebih. Proses Proyek Pembangunan Pasar Rakyat di Kelurahan Lima Puluh tersebut di Duga Proyek Siluman, Selain Itu Tanpa Menggunakan Plang Kegiatan.

Pasalnya Pasar Rakyat dan/atau Pasar Tradisional Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara Proyek Tersebut Mulai di Kerjakan Dua Minggu Terakhir dan tidak di Ketahui Apa Nama Kegiatan Pengerjaannya. Senin 9/11/2020

Pantauan di lapangan tidak ada plang proyek yang dipampangkan pihak pelaksana selaku penyedia jasa, sebagaimana biasanya, dan tidak diketahui apa saja yang akan dikerjakan. Terlihat pembuatan saluran drainase menggunakan tanah bekas galian setempat. Galian hanya sedalam 20 Cm saja.

Demikian pula pasangan batu bata ada yang dibuat berdiri sehingga terkesan menghemat material.

Salah seorang pekerja yang mengaku bernama Hendra ditemui dilokasi kegiatan mengakui, pengerjaan tersebut milik SF yang diduga kerabat oknum kemanan Bupati. Kegiatan ini sudah dilaksanakan selama dua minggu. Sebutnya.

Kadis Koperasi UKM Ahmadan Khoir, dihubungi lewat selulernya, “pengerjaan tersebut memang merupakan rehabilitasi pasar tradisional di Lima Puluh Kota yang dianggarkan melalui dinas yang dipimpinnya. Terkait anggaran pengerjaan disebutkan berasal dari APBD Batu Bara tahun 2020 dengan pagu sekitar Rpm 900 jutaan kurang lebih.

Sedangkan rekanan pelaksana disebutkan Kadis adalah SF warga asal Desa Simpang Dolok Kecamatan Datuk Lima Puluh. Sedangkan tidak dipasangnya plang proyek, Kadis mengaku kaget dan baru tahu dari wartawan.

“Saya baru tahu plang tak dipasang. Nanti kita tegur pelaksananya”, janji Kadis dari ujung telepon.

Menurut Ketua Investigator BPI-KPNPA RI Batu Bara Darmansyah, pihaknya sangat menyayangkan sikap rekanan yang di duga melakukan pelanggaran juklak dan juknis selaku penyedia barang dan jasa.

“Selain tidak memasang plang proyek, pihak rekanan juga memanfaatkan tanah galian saluran air sebagai timbunan Selasar”, papar Darmansyah.

Disebutkan Darmansyah, pada beberapa titik, pemasangan batu dinding saluran air di pasang miring atau berdiri dan menempel pada dinding lantai bangunan lama.

Untuk itu Dinas terkait dan Komisi l DPRD Kabupaten Batu Bara diminta untuk melakukan monitoring dan fungsi pengawasan pada kegiatan pembuatan saluran air di pasar tradisional tersebut.

Menanggapi pengerjaan rehab pasar tradisional Lima Puluh Kota yang diduga menyalahi dan berpotensi mubazir anggaran, dia menyayangkan pihak Pemkab batu bara yang memberi kepercayaan kepada pelaksana.

Untuk itu Zainuddin minta PPK-nya serta PA-nya agar melakukan monitoring pengerjaan dan memastikan pemasangan plang proyek. ” Ini proyek pemerintah jadi harus transparan agar masyarakat dapat mengawasi pengerjaan”, Cetus Zainuddin. (Staf07)

68 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *