Penambah Daya Tahan Tubuh yang Disalurkan Kepada 57 Orang Pegawai BPFK, “Pengadaan Suplemen Tersebut Diduga Mark Up”

Reporter: Ed/Ann
Media Berantas Kriminal

 

MEDIABERANTASKRIMINAL.COM, MEDAN | Disinyalir ada dugaan Mark Up suplemen Penambah Daya Tahan Tubuh (PDT) dengan pagu sebesar Rp 194 juta dengan harganya beda jauh jika dibeli secara eceran. Penambah daya tahan tubuh ini yang disalurkan kepada 57 orang pegawai BPFK Kota Medan berupa Jahe merah 20 renteng, Energen 7 renteng, Buavita 7 botol ukuran 1 liter, Madu TJ 6 botol ukuran 500 gr, Omega Heart 3 botol berisi 60 kapsul, Imboost 2 kotak ukuran 500 mg, dan
susu Bearbrand 72 kaleng.

Bahan penambah daya tahan tubuh ini dibagikan kepada pegawai akhir bulan Juli 2020 yang disinyalir untuk 57 pegawai x 18 hari x 10 bulan. Sementara penandatanganan kontrak dimulai pada Februari 2020 dan akan berakhir pada Desember 2020.

bahan penambah daya tahan tubuh ini berbeda jauh harganya jika dibeli di grosir. Jika ditotal secara keseluruhan harganya hanya Rp 1.809.000 sementara pagu pengadaannya sebesar Rp 194 juta.

Suplemen yang disalurkan kepada pegawai tidak bisa dikonsumsi karena sudah mendekati kadaluarsa, bahkan terkadang tidak sesuai dengan spek yang dianggarkan, bahkan ada dugaan oknum atau perusahaan yang ditunjuk oleh instansi yang bermain dengan mengganti bahan bahan PDT tersebut dengan uang cash, kalau benar ini terjadi berarti ada kecurangan dan tindakan permainan serta manipulasi pada pengadaan PDT tersebut, karena harusnya yang diberikan berupa item barang tetapi
digantikan dengan uang cash, apakah karena kemauan pegawai atau atas permintaan oknum tertentu, “klarifikasi kan dulu ya.

Disinyalir Kepala Balai, Wahyudi Ifani tidak pernah menghargai pegawainya. Kebijakan sewenang-wenang selalu diberlakukan tanpa memikirkan resiko pekerjaan para pegawai. Ditambah lagi masa pandemi Covid-19, Kepala Balai tidak menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Selama ini para pegawai hanya dilengkapi dengan masker dan sarung tangan. Harusnya pada saat akan berangkat tugas kelapangan para petugas di sterilkan dengan semprotan disinfektan begitu juga pada saat kembali ke kantor. Namun itu pun tidak pernah dilakukan, “mengakhiri pantauan awak media dilokasi. (Ed/Ann)

20 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *