Pensiunan PTPN 2 Tetap Berjuang Mempertahankan Rumahnya, Sastra SH MKn: “Sudahlah, Ikuti Saja Peraturan dan Ketentuan Perusahaan

Deli Serdang | mediaberantaskriminal.com – Berbuntut dari surat somasi yang dilayangkan oleh kuasa hukum PTPN 2 pada hari Jum’at tanggal 8 Januari 2021 terkait perintah pengosongan rumah dinas di perumahan emplasmen PTPN 2 kebun Helvetia.

Oleh sebab itu, Pensiunan PTPN 2 tergabung dari 11 orang pensiunan memberikan kuasa kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, pada hari Senin (11/01/2021) kemarin di Jalan Hindu, kota Medan, guna meminta perlindungan hukum demi memperjuangkan dan mempertahankan rumah yang sudah mereka tempati puluhan tahun.

Terkait hal itu, Rabu (13/01/2021) pagi sejumlah awak media mencoba mengkonfirmasi PT Perkebunan Nusantara II (Persero), yang berkantor di Jalan Medan – Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Harapan para awak media dapat langsung bertemu dengan Humas PTPN 2, Sutan BS Panjaitan. Namun, disayangkan sejumlah awak media tak berhasil bertemu Humas.

Usai meninggalkan PT Perkebunan Nusantara II (Persero), yang berkantor di jalan Medan – Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, sejumlah awak media berlanjut ke lokasi lahan atau area perumahan emplasmen PTPN 2 kebun Helvetia di jalan Sumarsono/jalan Karya Ujung, dusun I desa Helvetia, Labuhan Deli.

Rumah dinas PTPN 2 di perumahan emplasmen kebun Helvetia yang rencananya akan dikosong/dipindahkan sesuai kemauan pihak PTPN 2, ternyata selain dihuni oleh para 11 pensiunan yang menempati rumah dinas, dilokasi lahan ternyata ada juga rumah dinas karyawan aktif yang dikosongkan/dipindahkan.

Eri Umar, ST selaku Manajer Kebun wilayah distrik semusim Helvetia didampingi Kuasa Hukum, Sastra, SH, MKn secara simbolis berikan tali asih dari perusahaan secara simbolis kepada karyawan aktif PTPN 2 dengan pemotongan nasi tumpeng.

Sesampai dilokasi, tepatnya di area lahan perumahan emplasmen PTPN 2 kebun Helvetia terlihat sedang digelar acara pemberian tali asih dari perusahaan secara simbolis kepada karyawan aktif PTPN 2 dengan pemotongan nasi tumpeng.

Acara sederhana pemberian simbolis tali asih ini, dihadiri Eri Umar, ST selaku Manajer Kebun wilayah distrik semusim Helvetia, Sekjen Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) PT Perkebunan Nusantara II Jumadi Matanari, Kuasa Hukum, Sastra, SH, MKn dan karyawan yang masih aktif bekerja di PTPN 2, Rabu (13/01/2021) sore, tepatnya di jalan Sumarsono dusun I, desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, kabupaten Deli Serdang.

“Ini acara simbolis penyerahan tali asih dari perusahaan kepada karyawan PTPN 2 yang masih aktif agar berpindah rumah dari sini ke lokasi baru, “mereka sudah menempati rumah dinas disini berkisaran sudah 2 sampai 5 tahun di sini,” ujar Eri Umar selaku Manajer Kebun wilayah Distrik Semusim Helvetia kepada awak media.

Ditanya soal berapa data jumlah penerima tali asih, kalau saat ini berjumlah 7 orang. “Nantikan dikasih biaya pindah, sudah diserakan biayanya,” ucap Eri Umar.

Untuk lengkapnya data yang menerima tali asih bisa kebagian SDM,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Kuasa Hukum, Sastra SH MKn ditanya soal info disinyalir yang terendus terkait soal HGU di perumahan emplasmen PTPN 2 kebun Helvetia ini tidak diperpanjang, makanya pihak masyarakat atau pensiuan yang mengetahui hal ini menyimpulkan pihak PTPN 2 tidak ada hak untuk mengelolah area atau lahan ini, beliau mengatakan “saya pastikan HGU ini berlaku sampai 2028, jadi ngapai diperpanjang,” ucap Sastra.

Lanjutnya, Kuasa Hukum PTPN 2, Sastra SH MKn menghimbau kepada karyawan khususnya para pensiunan “sudahlah, ikuti saja peraturan ketentuan perusahaan, jangan pensiunan ini menuntut diluar dari ketentuan, menuntut diluar normatif sesuatu yang sulit dipenuhi oleh perusahaan,” himbaunya.

Kalau kami memenuhi tuntutan diluar normatif, jadi bahaya bagi kami, kenapa kelen bayar diluar dari ketentuan, apa dasarnya kelen membayar diluar dari ketentuan, bisa dipertanyakan/dituntut balik kami, jika memenuhi permintaan para pensiunan diluar normatif,” ucapnya.

“Tujuan dari direksi untuk mengoptimalkan aset ini, untuk menyehatan perusahaan. Jadi saya lihat, sepertinya para pensiunan ini menghalangi tujuan direksi untuk menyehatkan perusahaan,” ucapnya.

“Kalau perusahaan ini sehat pastinya karyawan sejahtera dan kewajiban perusahaan bisa dipenuhi, termasuk kewajiban perusahaan menyalurkan CSR dan lainnya.

Disebutkannya lagi, terkait pengosongan rumah dinas, akan kemana para pensiunan itu pindah rumah.

Sastra SH MKn menjawab kalau itu tidak bisa ditanyakan ke kami. “Pensiunan ini adalah salah satu bagian dari keluarga besar kami, kalau itu tidaklah bisa dipertanyakan ke kami, mereka mau dimana tinggal nanti, yang penting kita bicara ketentuan,” ucapnya.

“Kalau mereka mau memperoleh SHT (Santunan Hari Tua), syaratnya harus mengosongkan rumah dinas,” tegasnya mengakhiri.

Reporter: Hermanto
Editor: Red/Heri

421 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *