22 Mei 2022

Polda Sumut Kejar Pelempar Batu Bus Sartika yang Tewaskan 1 Orang Pemudik

Batu Bara – Media Berantas Kriminal | Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan terkait kasus pelemparan batu ke bus yang menewaskan pemudik di Batu Bara. Polisi masih mengejar pelaku pelemparan itu.

“Pelakunya masih kita kejar,” kata Hadi kepada awak media, Sabtu (07/05/2022).

Hadi menyebutkan personel Jatanras Polres Batu Bara dibantu Polda Sumut telah bergerak sejak mendapati laporan tersebut. Petugas mengecek lokasi lalu memeriksa beberapa orang saksi.

“Jatanras Polres Batubara dibackup Polda Sumut sudah bergerak dari sejak kita dapat laporan, beberapa saksi sudah kita minta keterangan,” sebut Hadi.

Sebelumnya diberitakan, Ahmad Alwi (20) meninggal dunia diduga akibat terkena lemparan batu dua orang tidak dikenal (OTK). Batu itu mengenai Alwi yang berada di bus Sartika yang dia tumpangi saat hendak mudik ke Aceh.

Peristiwa pelemparan itu terjadi pada Jumat (29/04/2022) yang lalu. Korban kemudian meninggal pada Kamis (05/05/2022) setelah enam hari mendapatkan perawatan.

Adik korban, Khairunnisa, mengatakan korban saat peristiwa itu duduk di kursi bagian depan. Batu yang dilemparkan OTK ke bagian depan kaca mengenai abangnya.

“Mamak sama abang ini mau ke Aceh naik bus duduk di bangku depan. Tiba-tiba dari arah depan ada yang melempar batu terkena abang saya,” kata Khairunnisa.

Kejadian tersebut, kata dia, terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) persisnya di wilayah Indrapura, Kabupaten Batu Bara. Lemparan batu itu menembus kaca depan bus hingga mengenai langsung kepala korban.

Khairunnisa saat kejadian ikut juga berada di dalam bus. Namun dia duduk di bangku belakang penumpang setelah sopir.

Setelah pelemparan itu kata dia, abangnya mengalami luka serius di bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat dan akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan, dan akhirinya tewas setelah mendapat perawatan di rumah sakit selama enam hari.

Reporter : Ali Nurdin Chan
Editor : Hengky