Sejumlah Nakes Puskesmas Sayurmatinggi Divaksin, Ini Penjelasan Kapus Pasca Divaksin

Tapsel | mediaberantaskriminal.com – Puskesmas Sayurmatinggi, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) melaksanakan penyuntikan vaksin sinovac Covid-19, kepada 63 orang pegawai tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas tersebut. Sabtu (06/02/2021) sudah dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh pemerintah Kabupaten Tapsel.

Sementara menurut keterangan Kepala Puskesmas Sayurmatinggi, dr Ratna Dewi Simanjuntak bahwa untuk hari ini, Sabtu tanggal 6 Februari 2021, yang disuntik vaksin Covid-19, sejauh ini baru 6 orang karena hari ini yang datang sebanyak 14 orang, 8 orang tidak bisa di vaksin karena ada riwayat penyakit.

“Pertama kita harus tahu dulu bahwa vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri,” kata Ratna Dewi, Sabtu (06/02/2021).

Menurutnya, tujuan kegiatan ini adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut. Seperti vaksin bcg, polio dan lainnya.

“Nah dengan pemberian vaksin covid 19 salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung,” ujarnya.

Dikatakan Ratna, dengan vaksin dapat menurunkan tingkat kematian dan penderita Covid 19. Mendorong terjadinya herd immunity dimana, dr Ratna Dewi berharap keadaan akan lebih baik tanpa covid.

Katanya, sebelumnya pasien harus dicek datanya kemudian dilakukan screening karena tidak semua masyarakat bisa mendapat vaksin Covid-19 buatan Sinovac tersebut.

Masyarakat yang memiliki penyakit bawaan tak diizinkan menerima vaksin itu.

Menurutnya, ada beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin Covid-19, yakni pernah terkonfirmasi Covid-19, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Masyarakat yang menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah juga tak bisa menerima vaksin.

Pun dengan masyarakat yang menderita penyakit jantung, autoimun, dan saluran pencernaan kronis. Lalu, penderita hipertiroid, kanker, diabetes melitus, HIV, dan tuberkulosis.

Masih menurut dr Ratna Dewi, setelah disuntik akan melakukan observasi dan melihat bagaimana reaksi pasien setelah di suntik.

“Alhamdulillah, tidak ada kendala pada hari ini. Saya berharap hari hari berikutnya tetap dilancarkan sehingga tidak ada kendala yang berarti selama pelaksanaan vaksin ini,” tuturnya.

“Harapan saya adalah masyarakat jangan percaya pada hoax vaksin ini brbahaya, atau vaksin ini tidak halal. Vaksin covid 19 halal dan tidak berbahaya. Saya harap kita bersama sama agar menekan angka penyebaran covid 19 sehinga kita dapat kembali seperti dulu lagi,” harap Ratna.

Reporter: Parlaungan Hasibuan
Editor: Hermanto

54 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *