Seorang Perempuan di HKBP IMANUEL Menjadi Korban Penganiayaan, Dilakukan Oleh Oknum yang Merasa Kecewa

Medan – Media Berantas Kriminal | Seorang perempuan di Gereja HKBP Sunggal Kota Medan Sumatera Utara mengalami penganiayaan dari seorang Sintua laki-laki Gereja yang sama di lokasi Gereja tersebut pada Rabu 23 Desember 2020 lalu.

Pendeta yang bernama Ester Roma Artana Sitorus menjadi korban dihempaskan oleh Sintua bernama yang bernamaJhoni Sihombing.

Yang mana Ester di seret dan dihempaskan ke lantai oleh Jhoni Sihombing hingga terkapar di lantai Gereja tersebut.

Berdasarkan rekaman Vidio saat kejadian, kedua tangan Ester ditarik oleh Jhoni Sihombing hingga terseret sekitar dua meter.

Kemudian Jhoni menghempaskannya ke lantai dan seketika korban terkapar hingga tidak berdaya dan tidak dapat bangkit berdiri kembali.

Warga yang menyaksikan Ester terkapar langsung berusaha menolong.

Ada juga warga yang marah akibat ulahnya Jhoni Sihombing saat itu dan hampir menghantam Jhoni Sihombing.

“Apa apa haa, bi****ng kau” ujar laki-laki berbaju kemeja putih sambil mendorong Jhoni Sihombing agar tidak kembali menganiaya Ester.

Namun Vidio menunjukkan Jhoni masih menghampiri Ester walaupun sudah terduduk dilantai.

Para jemaat tampak merekam video melalui handphone miliknya.

Setelah peristiwa itu, Ester langsung dibawa ke Rumah Sakit Advent Medan dan dirawat inap selama 2 hari karena badannya tidak dapat digerakkan dan mengalami luka memar pada bagian tubuhnya.

Anaknya yang mengetahui Ester Dianiaya Jhoni Sihombing langsung membuat pengaduan Ke kantor Polisi Polsek Sunggal tanpa ibunya Ester karena terbaring di Rumah Sakit Advent Medan.

Polisi disebut sempat mengunjungi Ester saat dirawat di Rumah Sakit Advent Medan.

Pada 26 oktober 2021, Jhoni Sihombing Divonis Pengadilan Negeri Medan atas Penganiayaan Ringan.

Ester Roma Artana Sitorus kecewa atas vonis Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Medan yang menghukum Jhoni Sihombing 1 bulan penjara masa percobaan 2 bulan.

Ditemui di salah satu Kedai Kopi di Jalan HM Syaid Medan, Jumat (12/11/2021), Ester mengungkapkan dirinya sebagai perempuan korban kekerasan tidak mendapatkan keadilan

dan perlindungan dari Negara sebab akibat perbuatan Jhoni Sihombing, Ester sampai dirawat di Rumah Sakit.

Dikatakannya, seharusnya kasus yang ia alami bukanlah penganiayaan ringan sebagaimana pasal 352 yang diterapkan polisi Medan Sunggal sebab dirinya dirawat 2 hari di Rumah Sakit akibat penganiayaan itu dan tak bisa beraktifitas selama 2 hari.

Ia menduga Penyidik tidak memihak padanya dan dugaannya penyidikan tidak berjalan secara profesional.

Menurutnya pasal yang tepat diterapkan adalah pasal 351 ayat 1.

Dirinya pun mengaku akan berusaha untuk mendapatkan keadilan dengan membuat pengaduan proses penyidikannya ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Kapolri serta Komnas Perlindungan Perempuan.

Sementara berdasarkan data yang di tampilkan pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIIP) Pengadilan Negeri Medan dengan Nomor Perkara 72/Pid.C /2021/PN Mdn, dalam kolom ‘Barang Bukti’ dilihat pada jenis uraian lengkap barang bukti tertulis nihil, dan tempat penyimpanan tertulis nihil, namun nama penerima tertulis Gita Sihotang.

Menurut informasi yang diterima, Sintua HKBP Imanuel Jhoni Sihombing saat ini masih berstatus terdakwa di Pengadilan Negeri Medan atas kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan juga.

Jhoni Sihombing disebut menjadi Tahanan rumah.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan belum mendapat klarifikasi dari Jhoni Sihombing terkait dengan statusnya sebagai sintua di HKBP Immanuel Medan.

Wartawan juga belum dapat meminta keterangan dan tanggapan kepada pengurus HKBP Immanuel Medan terkait kasus yang menjerat Jhoni Sihombing.

Reporter : Edison.H
Editor : Heri Kurniawan

 

59 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *