Pengurus NGO-JPK Korwil Lam-Tim Metro Kunjungi Kerajinan Batik SLB Negeri

MEDIABERANTASKRIMINAL.COM, LAMPUNG TIMUR | Kerajinan batik di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Lampung Timur (Lamtim) dikepalai oleh Sani,S.Pd dikunjungi Kordinator Wilayah (Korwil) Non Government Organization (NGO) Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK) Lampung Timur dan Kota Metro diketuai oleh Sidik
Ali,S.Pd.,I.

Kedatangan kunjungan Ketua Korwil NGO JPK Lamtim-Metro didampingi oleh Muhammad Mirwan Shopik,SE selaku Sekretaris dan Bernawi sebagai anggota NGO JPK disambut oleh Sani Kepala SLB Negeri Lamtim dan para tenaga kependidikan setempat.

Kegiatan produksi batik tersebut telah berlangsung sejak tahun 2016 lalu, untuk sementara waktu saat ini memenuhi pesanan atau order dari pihak tertentu di Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Tulang Bawang.

“Awalnya, pak Sani membuat kegiatan ini untuk ekstra kurikuler dari tahun 2016, pak Sani memerintahkan Bu Susi belajar batik di SLB Semarang,” kata Yuyun Tri Hilalia (40) guru kelas IX.

“Bu Susi masih kata Yuyun, belajar batik selama seminggu, lalu dikembangkan disini sampai sekarang ini. Bisa maju kayak gini, Dekranasda mengajak kerjasama dan mendukung.”

Kendalanya yang dihadapi utamanya produk gagal dikarenakan sedang dalam tahap belajar.

“Kendalanya ada, diawal-awalnya, karena mungkin namanya masih belajar, kayak produksinya ada yang gagal,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengucurkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) bantuan melalui Dinas Sosial dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Kalau anggaran selama ini pernah dapat bantuan dari Dinas Sosnakertrans dan Dinas Perdagangan,” terang guru kelas IX itu.

Yuyun berharap kerajinan bati semakin banyak peminat bukan hanya masyarakat Kabupaten Lampung Timur.

“Harapannya kedepan, mudah-mudahan batik Lampung Timur ini semakin banyak pembelinya. Tidak hanya orang-orang Lampung Timur, dari yang lainnya juga membeli,” harapnya.

“Sementara masih orang-orang Lampung Timur dari Dinas-dinas Pemda, (pesanan masyarakat umum) juga ada, (dijual pasar bebas) belum ada, kemaren dari Menggala juga ada seragam-seragam MKKS, ini (pesanan) melalui WA,” pungkasnya.

Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri Lampung Timur, Sani mengatakan faktor cuaca jadi kendala kegiatan produksi kerajinan batik.

“Kendala produksi tidak luput dari cuaca, cuaca dingin juga berpengaruh, misalkan hujan terus jadi nggak bisa menjemur, seharusnya dijemur, diambil lagi dan dijemur lagi,” keluh Sani Kepala SLB Negeri Lampung Timur.

Biaya produksi tinggi dampak Corona sebab pembelian bahan baku dari Kota Solo Jawa Timur dan Pekalongan Jawa Tengah semakin mahal.

“Nah, di musim Corona ini, biaya untuk produksi ongkosnya semakin mahal, bahannya ini kita ambil dari Solo dan Pekalongan,” imbuh Sani.

Terdapat 10 bahan baku pembuatan kain batik berupa kain, canting, zat pewarna dan lain sebagainya.

“Dari sana itu biaya transportasinya sekarang ini yang mahal, ya kain, seperti pewarna, canting dan lain sebagainya (ongkos kirim) dua kali lipat,” jelas Kepala SLB Negeri Lampung Timur.

“Yang tadinya (harga) sekaleng (zat pewarna) 50 jadi 100, kalau ngambil 4 kaleng jadi 400 sendiri. Sedangkan kemampuan kami menaikkan harga jadi kebingungan, karena berpengaruh itu,” ujarnya.

Dalam sehari, hasil produksi kerajinan batik sesuai dengan pesanan konsumen yang mencapai 200 potong.

“Dalam perhari karena berdasarkan pesanan, ada yang pesan 200 potong, kita berdasarkan pesanan, pesanan semua,” terangnya.

Kepala SLB Negeri Lampung Timur berharap Pemerintah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur membina dan menyalurkan bantuan.

“Harapan kita ke Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memperhatikan kita, bisa memberikan pembinaan dan mengucurkan bantuan untuk berkembangnya batik ini,”
harapnya.

“Tenaga kerja merekrut alumni-alumni sekitar 9 orang, nanti kalau pesanannya banyak, manggil tenaga kerja lebih banyak lagi sesuai pesanan,” tutupnya.

Reporter: Raja Nity/TIM NGO JPK
Media Berantas Kriminal

44 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *