Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut Periksa Lokasi Kejadian Perkara Pengaiayaan Aktivis di Langkat

Langkat | mediaberantaskriminal.com – Dit reskrimum Polda Sumatera Utara gelar olah TKP kasus penganiayaan aktivis mahasiswa oleh orang tak dikenal, Senin (15/02/2021) yang lalu di Stabat.

Olah TKP yang dilaksanakan oleh dua orang penyidik dari Subdit 1 Ditreskrimum Poldasu yaitu Ipda Rahmat Ginting dan Bripka Julius Hulu.

Olah TKP yang dilakukan penyidik Polda dimulai dari Kantor Bupati Langkat,dimana saat korban Zulfahmi Fikri, sebelum dianiaya berkenderaan bersama rekannya dari kantor Bupati menuju Lajor Kopi di jalan Sudirman Kelurahan Perdamaian Kecamatan Setabat,tempat dimana korban dianiaya.

Terlihat kedua penyidik Polda tersebut memasuki ruangan bagian umum Setdakab Langkat dengan didampingi oleh seorang petugas Satpol PP berbaju dinas menuju bagian umum dan selanjutnya seorang personil bagian umum bernaju dinas aparatur sipil berwarna coklat tampak mendampingi penyidik memasuki ruang bagian umum.

Tak lama kemudian, kedua penyidik yang tetap didampingi petugas bagian umum tersebut keluar ruangan dari bagian induk kantor Bupati menuju halaman kantor Bupati,tepatnya kantor Bapeda Langkat yang masih satu komplek dengan kantor Bupati dengan tetap didampingi oleh personil bagian umum.

Penyidik unit 1 Ditreskrimum beserta Ahmad Zulfahmi Fikri selaku korban yang didampingi kuasa hukumnya Muhammad Iqbal Zikri.

Di halaman parkir sisi kanan kant Bupati,Zulfahmi menunjukkan posisi dimana dia memarkirkan sepeda motornya kepada kedua penyidik dari Polda yang berbaju putih dan bercelana hitam.

Setelah melakukan olah TKP, penyidik bersama Zulfahmi Fikri beserta kuasa hukumnya meninggalkan kanto Bupati menuju Lajor Kopi di jalann Sudiman.

Setibanya di Lajor kopi,penyidik meminta pada Zilfahmi menunjukkan dimana ia dianiaya dan memaparkan runtunan peristiwa penganiayaan yang dialaminya dan penyidik kembali mengumpulkan bahan yang dapat mengungkap kasus penganiayaan terhadap Zulfahmi Fikri mahasiswa UINSU dan meelihat kemungkinan adanya rekaman kamera pengintai atau CCTV yang merekam peristiwa penganiayaan maupun yang dapat menampilkan citra pelaku penganiayaan yang diduga dilakukan oleh dua orang pelaku.

Reporter: Udin/Rose
Editor: Hermanto

 

 

59 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *