Diduga Ada Mark Up dan Korupsi dalam Proyek, Bangunan Belum Selesai Plank Proyek Sudah Menghilang

Sergai | mediaberantaskriminal.com – Bangunan laboratorium dan jamban/sanitasi sekolah SMP Negeri 2 Tanjung Beringin yang masih tahap pengerjaannya belum usai namun plank proyeknya sudah tidak kelihatan lagi. Kondisi ini menjadi tanda tanya, karena beberapa hari lalu plank proyek masih terpajang didepan bangunan proyek tersebut, sekarang sudah tidak kelihatan lagi.

Tindakan pencabutan dua plank proyek ini diduga ada hubungan dengan terbitnya pemberitaan mengenai pembangunan proyek sekolah tersebut di media. Sebelumnya didalam pemberitaan disinyalir proyek sekolah yang bersumber dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2020.

Besaran bantuan dana tersebut masing-masing sebesar Rp 120 juta untuk sanitasi/jamban, dan sedangkan bangunan laboratorium sebesar Rp 400 juta diduga menyalahi petunjuk teknis pelaksanaan. Semestinya proyek swakelola tersebut dilaksanakan oleh pekerja dari masyarakat setempat, tetapi pekerjanya diambil dari luar Kecamatan.

Pada saat awak media ini kembali mendatangi sekolah SMP Neegri 2 Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai untuk melakukan komfirmasi kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 2 yang berinisial S tersebut tidak berada ditempat pada hari Rabu 25 Nopember 2020 kemarin.

Bahkan pada hari tersebut orang tua siswa juga kecewa tidak bertemu dengan kepala sekolah yang telah mengundang mereka dalam hal pemberian raport anaknya tidak terlaksana.

“Kecewa juga lama menunggu, katanya kita disuruh datang hari ini, tapi pihak yang mengundang kepala sekolah tidak hadir, terpaksa dibatalkan,” ungkap salah satu orangtua siswa yang namanya enggan disebutkan.

Selanjutnya awak media menghubungi melalui WhatsApp kepala sekolah, guna komfirmasi terkait bangunan proyek di sekolahnya, tetapi tidak ada jawaban.

“Untuk itu masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menghimbau kepada aparat hukum untuk menyelidiki anggaran proyek tersebut apakah ada terjadi mark up atau penggelembungan harga bahan atau gratifikasi pada pihak lain karena pagu proyek tersebut disinyalir terlalu besar,” ucap warga.

Reporter: Suryono/Tim Sergai
Editor: Hermanto/Redaksi

 

138 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *